hikmah

kyai syukri papa andin

Kyai Syukri Dalam Kenangan Santrinya

Sore hari di akhir tahun 2006, di salah satu rumah sakit di Jakarta Selatan saya mendapat kejutan tak terduga dari seorang yang saya tak pernah bayangkan sebelumnya. Kyai Abdullah Syukri Zarkasyi, yang biasa dikenal santrinya di Gontor dengan panggilan Pak Syukri, datang berkunjung. Saat itu saya memang sedang mendapat giliran menjaga Ibunda yang sedang dirawat […]

Kyai Syukri Dalam Kenangan Santrinya Read More »

sepeda keamanan

FROM SUPIR TO MUDIR

Saat di pondok dulu, mendapatkan hak lisensi untuk mengendalikan dan mengendarai kendaraan itu sesuatu yang sangat diimpi2kan oleh setiap santri. Biasanya hak atas kendaraan melekat kepada tugas atau amanah yang disandang. Gerobak sampah untuk piket kebersihan, gerobak kopi untuk piket malam, becak kesehatan untuk piket kesehatan, atau jika beruntung, mendapatkan hak jangka yg agak panjang

FROM SUPIR TO MUDIR Read More »

50th ayah dedy

Lima Puluh Tahun: Hampir Sampai

Fudhail bin ‘Iyadh pernah bertanya kepada seorang lelaki, “Berapa umurmu?” Lelaki itu menjawab, “Lima puluh tahun.” Fudhail berkata pelan: “Engkau telah lima puluh tahun berjalan menuju Tuhanmu — dan engkau sudah hampir sampai.” Kalimat itu terasa seperti ditujukan kepada saya. Lima puluh tahun ternyata bukan sekadar angka, melainkan jarak yang sudah saya tempuh. Dan sebagai

Lima Puluh Tahun: Hampir Sampai Read More »

eldery

Tiga Tahun di Inggris, dan Meja Makan yang Mengubah Cara Saya Memandang Keluarga

Tiga tahun saya menghabiskan masa kuliah di Inggris — di Sunderland, lalu di Bristol. Dua kota yang berbeda wajah: Bristol yang hangat dengan jembatan gantung Clifton dan kafe-kafe tepi sungainya, Sunderland yang lebih sunyi di utara, dekat laut yang anginnya tak pernah ramah. Tapi ada satu pemandangan yang sama di keduanya, yang baru belakangan saya

Tiga Tahun di Inggris, dan Meja Makan yang Mengubah Cara Saya Memandang Keluarga Read More »

santri belajar

Saat Mesin Bisa Segalanya,Justru di Situ Pondok Menemukan Dirinya

Refleksi atas Pendidikan Pesantren di Era Kecerdasan Buatan Oleh: Hadiyanto Arief Hari ini seorang santri cukup membuka layar, mengetik satu pertanyaan, dan dalam dua-tiga detik mesin menyodorkan jawaban yang rapi, runtut, bahkan indah. Karangan, makalah, terjemahan kitab, jawaban soal — semua bisa muncul jadi, sempurna, dalam sekejap. Ini bukan ramalan; ini hari ini. Survei mutakhir

Saat Mesin Bisa Segalanya,Justru di Situ Pondok Menemukan Dirinya Read More »

gowes sendiri

AL-MUFARRIDUN

Mereka yang Mendahului dengan Hati yang Mengingat Allah Ada satu kelompok manusia yang oleh Rasulullah ﷺ disebut sebagai pemenang. Bukan karena mereka paling kaya, paling cepat, atau paling banyak pengikutnya. Tetapi karena hati mereka tidak pernah berhenti mengingat Allah. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda: « سَبَقَ الْمُفَرِّدُونَ » قَالُوا: وَمَا الْمُفَرِّدُونَ يَا

AL-MUFARRIDUN Read More »

social experiment

NIKMAT YANG TAK BISA DITUKAR

Social Experiment: Maukah menukar iman demi Dollar? ~~ Kamera menyala. Sydney, Australia — kota pelabuhan yang berkilau di bawah matahari belahan bumi selatan, tempat di mana sekularisme bukan sekadar tren, melainkan udara yang dihirup setiap hari. Seorang perempuan muda berdiri di trotoar, mikrofon di satu tangan, selembar uang seratus dolar di tangan lainnya. Namanya Lily

NIKMAT YANG TAK BISA DITUKAR Read More »